Postingan

Kurangi Konsumsi Rokokmu, Menabunglah Untuk Qurban!

Gambar
  Masalah klasik sebenarnya, tetapi tetap menarik dan perlu untuk tetap diulas. Bahwa, orang yang suka merokok (perokok) mendapatkan challenge atau tantangan untuk bisa berkurban. Kok gitu sih? Pertama, secara hukum qurban (udhiyah; menyembelih hewan) itu hukumnya sunnah mu`akkadah: tidak wajib tetapi sangat dianjurkan dan ditekankan untuk diamalkan. Kedua, hukum merokok itu minimal makruh dan maksimal ada yang berpendapat haram. Tidak ada yang menghukumi mubah. Di sinilah poin fokusnya. Kalau untuk yang makruh (dibenci, tidak ada kebaikan [pahala] di dalamnya) seseorang berkorban uang untuk membeli rokok setiap hari menghisap asapnya kemudian dikeluarkan kembali. Dan, terkadang jika di tempat umum hal ini tidak jarang mengganggu kenyamanan orang lain. Maka, untuk sesuatu yang jelas secara hukum ( sunnah mu`akkadah ), berpahala dan tidak mengganggu kenyamanan orang lain bahkan akan membahagiakan mereka; seharunya lebih kuat perjuangannya untuk bisa melaksanakan ibadah ud...

Membangun dan Memiliki Kemampuan Otokritik

Gambar
  Ditegaskan oleh Allah dengan sumpah-Nya menggunakan waktu bahwa sesungguhnya seluruh manusia benar-benar rugi kecuali beberapa orang dan salah satu faktor seseorang tidak akan rugi sebagaimana dijelaskan dalam Surat al-‘Ashr adalah:   وتواصوا بالحق وتواصوا بالصبر “Saling manasehati dalam kebaikan dan kesabaran.” (QS. al-‘Ashr [103]: 3)   Dalam satu istilah barangkali hal ini bisa dibahasakan dengan kritik yang ditujukan untuk membangun, bukan untuk menjatuhkan. Menasehati orang lain, mengkritik orang lain, merupakan hal yang bisa menyelamatkan kita dari kerugian di dunia dan akhirat. Insyaallah. therealsuararumputliar.blogspot.com/2012/07/semut-dan-gajah.html Namun, yang paling baik menurut saya adalah menasehati diri sendiri terlebih dahulu sebelum menasehati orang lain. Artinya, kita harus memiliki kemampuan untuk melakukan otokritik: kritik terhadap diri sendiri. Kita perlu bertafakur dan muhasabah diri sejenak saja untuk melakukan hal ini. Saya percaya...

7 Catatan Seminar Fikih Lingkungan - Menjaga Kelestarian Lingkungan adalah IBADAH

Gambar
  Menghadirkan Prof. Dr. M. Abdurrahman, MA (guru besar UNISBA, Ketua Majelis Penasehat PP Persatuan Islam); Bang Acong (Budayawan), Kang Rido (aktivis sosial) dan Bu Dewi (Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya); Pimpinan Daerah Pemuda Persatuan Islam Kota Tasikmalaya melalui Bidang Sosial menyelenggarakan Seminar Fikih Lingkungan. Acara ini digagas sebagai bentuk perhatian Pemuda Persis terhadap lingkungan yang data dan faktanya menunjukkan krisis bukan hanya di negara tercinta Indonesia, tetapi juga di belahan dunia lainnya. Event tersebut diselenggarakan di Aula Kantor PC Persis Cipedes Kota Tasikmalaya pada hari Ahad tanggal 21 Maret 2021. Dari seminar Fikih Lingkungan tersebut, sedikitnya saya mencatat 7 hal yang harus menjadi aksi yang bisa kita upayakan.   Pertama , menjaga kelestarian lingkungan salah satuya dengan menjaga kebersihan. Menjaga kebersihan adalah satu diantara 60 cabang keimanan. Jadi, jika kita merasa sebagai orang yang beriman, mari menjaga kebers...

Solusi Riba dari Para Praktisi Usaha (Pengusaha)

Gambar
  Salah satu problem pengembangan ekonomi Islam di Indonesia adalah praktik riba, baik yang tersistem maupun tidak, dari bank konvensional hingga bank embok. Terutama bagi UMKM yang ingin naik kelas, perbankan kadang menjadi solusi seksi karena mudah dan instan.   Dalam sesi materi ekonomi Islam Tafiq 3 PP Pemuda Persis yang diselenggarakan di PUSDAPI (Pusat Dakwah Persatuan Islam) Cipatat Kab. Bandung, 11-14 Maret 2021, para pemateri yang juga praktisi usaha, memaparkan salah satu solusi Islam yang terbukti: musyarakah. Mereka berjuang keras menghapuskan riba dalam segala aspek kehidupan (taubatan nasuha), kemudian membangun jaringan dan kolaborasi bisnis nyaris dari nol. Perlahan, mereka bangkit dan melesat kembali bahkan ada yang lebih besar usahanya dibanding sebelum hijrah dari riba.   Maka, yang fundamental sebelum terjun dalam dunia bisnis adalah tafaqquh fiddien: memahami agama terutama yang terkait langsung dengan urusan bisnis.   وقالَ عليُّ بنُ...

Akhlak Dzauq Pemuda: Menghormati Orang Tua Karena Umurnya

Gambar
  Ada tulisan menarik ust. Hamdan Abu Nabhan (Ketua Bidang II PP Pemuda Persis) - Dimuat di Majalah Risalah No. 12 Thn 58 Maret 2021, hlm. 50   .....   Kelima, bila memiliki akhlak dzauq, yang lebih muda akan begitu menghormati dan memuliakan yang lebih tua.   Secara realita sangat sering ditemukan dan terdengar berita terkait kader muda bahwa: "Ilmunya tinggi tapi sayang akhlaknya kurang baik, atau go-lilul adab."   Bila itu benar-benar terjadi, berarti musibah besar sedang menimpa kader pada saat ini. Walaupun sang kader tidak merasakan dan menyadarinya karena kemudaan usianya dan belum matang perasaannya. Ia mengira ilmu itu hanya yang berada pada kata-kata dan tulisan, bukan pada akhlak mulia nya dan ketawadhuannya.   Pada sebuah hadis disebutkan:   عن أنس بن مالك قال: قال رسول الله : ما أكرم شاب شيخا لسنه إلا قيض الله له من يكرمه عند سِنه Dari Anas bin Malik ra, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah seorang pemud...

Dakwah Bukan Industri, Bukan Tempat Nyari Uang!

Gambar
  Teman saya, sesama muballigh, berkelakar ada dua jenis masjid: masjid “basah” dan masjid “kering”. Penyebutan ini hanya “heureuy”. Masjid “basah” dialamatkan masjid yang memberikan rotibah pengajian untuk muballigh yang dinilai angkanya besar. Sedangkan masjid “kering” sebaliknya, angkanya kecil bahkan tidak memberikan rotibah sedikitpun karena keterbatasan dana.   Meskipun heureuy , hal ini perlu menjadi perhatian yang cukup serius. Dakwah itu jangan dikaitkan dengan materi duniawi. Dakwah itu tugas mulia kita semua. Jangan sampai ada muballigh atau da’i yang bersemangat saat dijadwal di masjid “basah” dan kurang bahkan tidak bersemangat ketika dijadwal di masjid “kering”. Dakwah itu bukah industry. Dakwah itu bukan bisnis. Dakwah itu bukan mencari uang. Dakwah itu mencari ridha Allah SWT. Jadi, tidak pantas seorang muballigh atau da’i pilih-pilih tempat dakwah atau tabligh hanya gara-gara rotibah.   Berapapun nominal yang diberikan oleh DKM atau mujadwil, haru...

Spirit Fastabiqul Khairat: "Aku Menang, Kamu Menang, Kita Menang"

Gambar
  Dalam al-Quran kita akan mendapati sebuah ayat yang menyuruh untuk berkompetisi dalam kebaikan. Tentunya, akan ada diferensiasi kompetisi dalam kebaikan yang dimaksud dalam al-Quran tersebut.   Biasanya, dalam sebuah kompetisi ada yang menang ada yang kalah. Tidak mungkin ada pemang atau jura lebih dari satu. Juara itu hanya ada satu. MotoGp, Liga Champions, Liga 1 Indonesia, MTQ, Haifdz Indonesia, dan kommpetisi lainnya, selalu melahirkan satu pememang atau juara. Dalam perpsektif lain, mental kompetisi itu “Aku menang, kamu dan dia kalah.”   Berbeda dengan kompetisi dalam kebaikan yang dimaksud al-Quran. Kompetisi di sini spiritnya bukan “Aku menang, kamu dan dia kalah.” Spirit fastabiqul khairat sebagaimana yang Allah perintahkan adalah “Kita menang” atau istilah lainnya kolaborasi.   Jika kita merasa maju, sekali lagi merasa maju ya, maka ajaklah yang lain untuk juga maju. Jangan biarkan dia tetap dalam “kekalahan”. Sebaliknya, jika orang itu yang...