Postingan

Menampilkan postingan dengan label EKONOMI

Motivasi Hidup dan Psikologi Hutang

Gambar
  Kita kajia doa ini dalam perpsektif psikologi dan motovasi: اللّٰهُمَّ إنِّي أعُوذُ بكَ مِنَ الهَمِّ والحَزَنِ، والعَجْزِ والكَسَلِ، والبُخْلِ والجُبْنِ، وضَلَعِ الدَّيْنِ، وغَلَبَةِ الرِّجَالِ “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa gelisah dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat kikir dan penakut, dari lilitan utang, dan dari tekanan manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim)   1. Motivasi untuk Hidup Tenang dan Fokus Dalam doa ini, Rasulullah saw. memulai dengan permohonan perlindungan dari “ al-hamm wal-hazan ”, kegelisahan dan kesedihan. Dua hal ini tampak sederhana, namun sesungguhnya merupakan musuh terbesar ketenangan jiwa dan motivasi hidup.   Al-Hamm (Ketakutan terhadap Masa Depan) Kegelisahan muncul ketika seseorang terlalu memikirkan hal-hal yang belum terjadi. Ia khawatir tentang rezeki, masa depan keluarga, atau hasil dari usahanya, padahal semua itu belum tentu terjadi dan masih dalam genggaman takdir Allah. Secara psikolo...

Solusi Riba dari Para Praktisi Usaha (Pengusaha)

Gambar
  Salah satu problem pengembangan ekonomi Islam di Indonesia adalah praktik riba, baik yang tersistem maupun tidak, dari bank konvensional hingga bank embok. Terutama bagi UMKM yang ingin naik kelas, perbankan kadang menjadi solusi seksi karena mudah dan instan.   Dalam sesi materi ekonomi Islam Tafiq 3 PP Pemuda Persis yang diselenggarakan di PUSDAPI (Pusat Dakwah Persatuan Islam) Cipatat Kab. Bandung, 11-14 Maret 2021, para pemateri yang juga praktisi usaha, memaparkan salah satu solusi Islam yang terbukti: musyarakah. Mereka berjuang keras menghapuskan riba dalam segala aspek kehidupan (taubatan nasuha), kemudian membangun jaringan dan kolaborasi bisnis nyaris dari nol. Perlahan, mereka bangkit dan melesat kembali bahkan ada yang lebih besar usahanya dibanding sebelum hijrah dari riba.   Maka, yang fundamental sebelum terjun dalam dunia bisnis adalah tafaqquh fiddien: memahami agama terutama yang terkait langsung dengan urusan bisnis.   وقالَ عليُّ بنُ...

Harga Sahabat: Lebih Murah, Sesuai Penawaran atau Lebih Tinggi?

Gambar
  Salah satu hal yang biasa terjadi dalam transaksi bisnis adalah permintaan "harga sahabat". Harga sahabat ini entah kapan munculnya, yang pasti ini istilah untuk mendapatkan potongan harga hingga benar-benar jadi murah.   Anda sering mengalami permintaan harga sahabat? Atau, Anda yang suka minta harga sahabat? Hehehe... ✌   Kita mungkin tidak atau belum paham, ngapain sih orang jualan sebuah produk. Yang kita tahu bahwa orang jualan itu untuk nyari uang. Pernahkah terbersit bahwa ada tujuan lain yang lebih mulia sekedar dapat uang? Untuk kebutuhan anak dan istrinya, untuk membiayai kehidupan orang tuanya yang sudah renta, untuk membiayai putra-putrinya yang lagi mesantren, untuk mendanai masjid/mushala, untuk membantu dana perjuangan dakwah Islam, dll.   Kalau husnuzhan-nya kita ke arah sana, tentunya kita merasa senang karena ketika kita belum mampu, ada orang lain yang sudah menajalankan bisnis untuk tujuan lebih mulia dari sekedar dapat duit. Sangat ...

Tiga Prinsip Mengelola Dana Keluarga

Gambar
  Misalnya uang sudah didapat dari hasil usaha. Selanjutnya adalah menggunakannya untuk kebutuhan hidup. Nah, dalam pemenuhan kebutuhan ini pastikan tiga prinsip ini dipenuhi:   1. Tunaikan "Hak" Allah Poin pertama yang harus dijadikan prioritas adalah memenuhi "hak" Allah: INFAK. Tetapkan, berapa prosentase infak yang akan dikeluarkan dari uang kita. Musyawarahkan dengan istri/suami, bahkan libatkan anak kita dalam proses musyawarah sebagai proses pembelajaran. Kenapa infak harus jadi prioritas pertama? Anda sudah memahaminya bahwa infak itu teramat sangat banyak keutamaannya. Bahkan, satu diantara terkait dengan "resiprokalitas" bahwa apa yang diinfakkan akan Allah ganti (QS. Saba [34]: 39). Kapan Allah menggantinya? Dalam ayatnya tidak disebutkan kapan dan dengan apanya diganti. Ini artinya bersifat umum: diganti di dunia, diganti di akhirat.   2. Segerakan Hak Orang Menurut Anda, hak orang yang ada di kita apa? Mungkin jawabannya sama...

Ucapan Yang Baik Lebih Baik Daripada Sedekah Dengan Menyakiti

Gambar
  Salah satu ajaran Islam yang butuh mental yang kuat adalah infak atau sedekah. Berbeda dengan zakat, karena ia hukumnya wajib, orang yang kena wajib zakat akan berzakat sebagaimana ia membayar pajak sebagai wajib pajak.   Secara humanity , sedekah itu baik. Sangat baik! Namun, ada yang lebih baik, yaitu ucapan yang baik (ma'ruf). Ini lebih baik daripada sedekah yang disertai menyakiti. Artinya, kalau mau sedekah tidak usahlah mengikutsertakan ucapan yang membuat si penerima atau fasilitator tersakiti. Jangan terpaksa bersedekah. Sayang, sedekah kita takut hangus. Dalam pengertian lain, ikhlaskan hati kita ketika berinfak atau bersedekah.   Allah SWT berfirman: قَوْلٌ مَّعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِّن صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَا أَذًى ۗ وَاللهُ غَنِيٌّ حَلِيمٌ “Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.” (QS. al-Baqarah [2]: 263) . ...