Postingan

Menampilkan postingan dengan label MUHASABAH

Instrumen Muhasabah Diri Terkait Kesehatan Hati

Gambar
Instrumen ini brsifat subjektif. Tetapi, dapat digunakan untuk emlihat gambaran diri, sejauh mana kesehatan hati kita saat ini. Beri jawaban: Sangat Benar (bobot 1) Benar (bobot 2) Mungkin (bobot 3) Tidak Benar (bobot 4) Sangat Tidak Benar (bobot 5) Keikhlasan  Apakah kita melakukan ibadah karena Allah atau karena dilihat orang? Apakah kita merasa kecewa jika kebaikan kita tidak dihargai? Saat berbuat baik, apakah kita ingin dikenal atau cukup Allah yang tahu? Jika tidak ada manusia yang melihat, apakah kita tetap melakukannya? Apakah kita lebih semangat beramal ketika dilihat atau dipuji orang lain? Kepekaan Hati Apakah kita merasa biasa saja jika berbuat kesahalan dan dosa? Apakah hati kita sulit tersentuh saat mendengar ayat Al-Qur’an? Apakah kita sulit menangis karena takut pada Allah? Apakah kita tidak merasa aman dan nyaman ketika tidak melakukan ibadah sunnah? Keterikatan pada Dunia Apakah kita lebih sedih kehilangan dunia daripada kehilangan waktu untuk ibadah? Apakah kita ...

Saat Usiamu Memasuki 40 Tahun (QS. Al-Ahqaf [46]: 15)

Gambar
  Saat seseorang memasuki usia 40 tahun, ada sebuah doa yang diajarkan dalam al-Quran: حَتَّىٰٓ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُۥ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَـٰلِحًۭا تَرْضَىٰهُ وَأَصْلِحْ لِى فِى ذُرِّيَّتِىٓۖ إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ “ Sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun, ia berdoa: ‘Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan supaya aku dapat berbuat amal saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.’” (QS. Al-Ahqaf [46]: 15).   Intisari dari doa tersebut antara lain:   1. Mensyukuri Nikmat Allah Di usia 40 tahun, kita harus lebih bersyukur. Mensyukuri nikmat Allah ad...

Bawa Dirimu ke Masjid, Sebelum Dirimu Dibawa ke Masjid

Gambar
Shalat merupakan tiang agama dan kewajiban utama bagi setiap Muslim. Namun, sering kali kita menjalankannya sebagai sebuah rutinitas, tanpa benar-benar memahami dan merasakan makna yang terkandung di dalamnya. Ada ungkapan yang sering kita dengar, “shalat itu yang penting, bukan yang penting shalat,” yang menyiratkan bahwa shalat harus dilakukan dengan hati dan keikhlasan, bukan sekadar memenuhi kewajiban semata. Shalat yang dilakukan dengan benar mampu menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, mencegah kita dari perbuatan yang buruk, dan menjadi pengingat akan tujuan hidup kita yang sesungguhnya. Di sisi lain, ada pesan-pesan dalam kehidupan yang sering kali terlupakan: Shalat itu penting, bukan yang penting shalat; Shalatlah di belakang imam, sebelum dishalatkan di depan imam; dan Bawalah dirimu ke masjid, sebelum dirimu dibawa orang-orang ke masjid. Pesan tersebut mengajak kita untuk merenungi betapa pentingnya memanfaatkan waktu yang masih kita miliki untuk beribadah dan ...

Dua Cara Mengingat Allah SWT

Gambar
Mengingat Allah bukan hanya soal melafazkan zikir di bibir, tetapi jauh lebih dalam dari itu. Mengingat Allah adalah sebuah kesadaran hati yang tercermin dalam perilaku kita sehari-hari, terutama bagaimana kita menjaga diri dari hal-hal yang dilarang-Nya dan menjalankan perintah-Nya dengan penuh kesungguhan. Hal ini sekaligus merupakan cara untuk menjaga kehormatan diri sebagai hamba-Nya. Ketika kita berusaha menghindari hal-hal yang dilarang oleh Allah, itu tidak hanya sebatas larangan, tetapi juga perlindungan ( hifzhun ) dari keburukan yang dapat mencelakakan kita. Setiap langkah untuk menjauhi kemaksiatan adalah langkah yang membawa kita lebih dekat kepada kedamaian hati dan keberkahan hidup. Allah, dalam firman-Nya, dengan tegas memerintahkan kita untuk berlaku adil, berbuat baik, dan menghindari perbuatan yang tercela. Hal ini dijelaskan dalam ayat berikut: إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْب...

Menjelang Usia 40 Tahun, Baca Doa Ini!

Gambar
  Panjang Umur: Lakukan Evaluasi Setiap hari kelahiran tiba, jangan pernah merayakannya penuh kebahagiaan. Loh, kenapa memang? Boleh lah dipahami panjang umurnya sebagaimana yang banyak dinyanyikan orang-orang Nasrani dalam lagu ultah-nya, karena sudah berada di angka umur tertentu. Tetapi itu bukan untuk dirayakan. Sampai pada angka umur tertentu berarti sudah melewati perjalanan hidup sekian waktu dan hal ini tepatnya untuk dievaluasi : banyak mana antara dosa dan amal shaleh, banyak mana antara lalai dan semangat beribadah, banyak mana kesia-siaan waktu atau produktivitas. Merayakan hari kelahiran akan larut dalam kelupaan terkait optimalisasi waktu dan produktivitas diri selama kurun waktu yang telah diberikan Allah Swt.. Ini hal pertama.   Sejatinya Jatah Hidup Berkurang Yang kedua, sampai pada angka usia tertentu sebenarnya sedang berkurang jatah hidup kita. Misalnya nih, usia kita sesuai dengan hadis Nabi berikut: أَعْمَارُ أُمَّتِي مَا بَيْنَ السِّتِّينَ إِ...

Saling Melengkapi "Puzzle" Perjuangan

Gambar
Saling melengkapi “puzzle” perjuangan adalah sebuah keniscayaan. Dengan begitu terciptalah gambar utuh tentang Islam, lebih khusus tentang Jamiyah. Ketika menemukan suatu kekurangan dan kelemahan pada orang lain, lengkapi oleh kita. Bukan mempertegas kekurangannya apalagi menjatuhkan dan mengintimidasi ( bullying ). Sadar atau ataupun tidak, kita sama-sama memiliki kekurangan dan kelemahan . Coba saja telusuri diri masing-masing. Jika kita menemukan kesalahan pada diri orang lain sebagai efek kekurangan yang dimilikinya, komunikasilah secara baik. Sampaikan dengan merawat dan meraut kata, agar orang yang salah tersebut selain mengakui juga memperbaiki kesalahannya sebagai bentuk terimakasih atas tawashau bil haq yang kita lakukan. Coba kalau kita memarahinya, menjatuhkannya atau mem- bully -nya, yang ada mungkin jadi antipati, bukan simpati. Kapasitas dan kelebihan yang Allah berikan kepada kita bukan untuk dibangga-banggakan , bukan untuk disombongkan. Allah berkehendak agar kita...

5 Alasan Kenapa Laki-laki Harus Shalat di Masjid

Gambar
  Seandainya adzan hanya dianggap tanda datangnya waktu shalat, mungkin suatu saat adzan tidak dibutuhkan lagi karena di smartphone sudah ada jadwal waktu shalat online. Dan, mungkin saja suatu saat masjid pun tidak dibutuhkan lagi, berhubung sudah terlampau banyak  umat Islam yang tidak shalat di masjid atau bahkan tidak shalat sama sekali. Hadits terkait adzan sebagai tanda datangnya waktu shalat adalah riwayat Tirmidzi dan Abu Daud sebagai berikut: عَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ زَيْدِ بْنِ عَبْدِ رَبِّهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: طَافَ بِي وَأَنَا نَائِمٌ رَجُلٌ فَقَالَ: تَقُولُ: اَللَّهُ أَكْبَرَ اَللَّهِ أَكْبَرُ فَذَكَرَ اَلْآذَانَ بِتَرْبِيع اَلتَّكْبِيرِ بِغَيْرِ تَرْجِيعٍ وَالْإِقَامَةَ فُرَادَى إِلَّا قَدْ قَامَتِ اَلصَّلَاةُ قَالَ: فَلَمَّا أَصْبَحْتُ أَتَيْتُ رَسُولَ اَللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: إِنَّهَا لَرُؤْيَا حَقٍّ Dari ‘Abdullah bin Zaid bin ‘Abdu Rabbihi radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Waktu saya tidur (saya bermimpi) ada seseorang menge...