Postingan

Menampilkan postingan dengan label ETOS

Motivasi Hidup dan Psikologi Hutang

Gambar
  Kita kajia doa ini dalam perpsektif psikologi dan motovasi: اللّٰهُمَّ إنِّي أعُوذُ بكَ مِنَ الهَمِّ والحَزَنِ، والعَجْزِ والكَسَلِ، والبُخْلِ والجُبْنِ، وضَلَعِ الدَّيْنِ، وغَلَبَةِ الرِّجَالِ “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa gelisah dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat kikir dan penakut, dari lilitan utang, dan dari tekanan manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim)   1. Motivasi untuk Hidup Tenang dan Fokus Dalam doa ini, Rasulullah saw. memulai dengan permohonan perlindungan dari “ al-hamm wal-hazan ”, kegelisahan dan kesedihan. Dua hal ini tampak sederhana, namun sesungguhnya merupakan musuh terbesar ketenangan jiwa dan motivasi hidup.   Al-Hamm (Ketakutan terhadap Masa Depan) Kegelisahan muncul ketika seseorang terlalu memikirkan hal-hal yang belum terjadi. Ia khawatir tentang rezeki, masa depan keluarga, atau hasil dari usahanya, padahal semua itu belum tentu terjadi dan masih dalam genggaman takdir Allah. Secara psikolo...

Doa Lunas Hutang (2)

Gambar
Dari Ali radhiyallahu ‘anhu , bahwa seorang mukatab (budak yang membuat perjanjian untuk menebus dirinya dengan sejumlah harta) datang kepadanya dan berkata, “Aku tidak sanggup melunasi pembayaran mukatabku, maka tolonglah aku.” Ali berkata, “Maukah aku ajarkan kepadamu beberapa kalimat yang diajarkan Rasulullah ﷺ kepadaku? Seandainya engkau memiliki utang sebesar Gunung Shīr, niscaya Allah akan melunasinya untukmu.” Ucapkanlah: اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ “Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki yang halal-Mu sehingga aku tidak membutuhkan yang haram, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu sehingga aku tidak membutuhkan selain-Mu.” (HR. Tirmidzi)

Waktumu Kok Berlalu Begitu Saja? Ayo, Produktifkan!

Gambar
كَانَ ابْنُ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ: إِنِّي لَأَبْغَضُ الرَّجُلَ أَنْ أَرَاهُ فَارِغًا، لَيْسَ فِي شَيْءٍ مِنْ عَمَلِ الدُّنْيَا، وَلَا عَمَلِ الْآخِرَةِ ) حِلْيَةُ الْأَوْلِيَاءِ: ١ : ١٣٠ ( Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata: "Sungguh aku membenci seseorang yang aku lihat sedang menganggur, tidak terlibat dalam urusan dunia maupun urusan akhirat." (Hilyah al-Awliya; 1:130). 1. Pentingnya Memanfaatkan Waktu dengan Baik Pernyataan Ibnu Mas'ud menunjukkan betapa pentingnya memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang bermanfaat. Menganggur, baik dalam urusan dunia maupun akhirat, dianggap sebagai sesuatu yang tidak disukai karena waktu adalah karunia yang berharga dan harus dimanfaatkan untuk kebaikan. وَالۡعَصۡرِۙ. اِنَّ الۡاِنۡسَانَ لَفِىۡ خُسۡرٍۙ. اِلَّا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوۡا بِالۡحَقِّ ۙ وَتَوَاصَوۡا بِالصَّبۡرِ “Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yan...

Rumus Agar Hidup Tenang Tidak Banyak Pikiran

Gambar
  Ketenangan merupakan dambaan setiap manusia, namun tidak semua orang mengetahui bahwa ketenangan sejati hanya bisa diraih ketika kita berada di jalan yang benar, di tempat yang benar, mengucapkan kata-kata yang benar, berperilaku dengan benar, dan melakukan amal yang benar. Allah SWT telah menjelaskan dalam Al-Quran bahwa kehidupan dunia adalah ujian, dan ketenangan hati hanya akan diperoleh oleh mereka yang berusaha untuk senantiasa berada dalam kebenaran. Sebagaimana firman-Nya: الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ "Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd [13]: 28)   Jalan yang Benar Jalan yang benar adalah jalan yang diridhai oleh Allah SWT, yaitu jalan Islam yang lurus. Rasulullah SAW telah mencontohkan kepada kita bagaimana menjalani kehidupan yang sesuai dengan...

Pengangguran Dunia dan Akhirat - Bangun Semangat Produktivitas!

Gambar
  Kali ini kita akan menelaah ungkapan dari sahabat Abdullah bin Mas’ud berikut: إِنِّي لَأُبْغِضُ الرَّجُلَ أَنْ أَرَاهُ فَارِغًا لَيْسَ فِي شَيْءٍ، مِنْ عَمَلِ الدُّنْيَا وَلَا فِي عَمَلِ الْآخِرَةِ "Sesungguhnya aku sangat benci melihat seseorang yang pengangguran, tidak bekerja untuk dunia dan tidak pula beramal untuk akhirat." (Shifatush Shafwah, 1: 414). Ungkapan tersebut membawa pesan penting tentang produktivitas, baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Ungkapan tersebut mengajak kita untuk merenungkan betapa pentingnya mengisi waktu dengan hal-hal yang bermanfaat, baik untuk kehidupan duniawi maupun untuk persiapan kehidupan setelah mati. Melalui ungkapan ini, kita diajak memahami bahwa hidup yang dijalani tanpa tujuan, tanpa kerja, dan tanpa amal, adalah hidup yang merugi.   1. Produktivitas sebagai Cerminan Keimanan Dalam Islam, seorang mukmin diajarkan untuk menjadi pribadi yang aktif dan produktif. Produktivitas dalam bekerja adalah salah satu bentuk ...