Tiga Orang Yang Celaka - Diari Ilmu #11


Pada tulisan ringan kali ini, kita akan menelaah tentang tiga orang yang celaka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadits yang diterima dari Abu Hurairah:

رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ أَدْرَكَ عِنْدَهُ أَبَوَاهُ الْكِبَرَ فَلَمْ يُدْخِلَاهُ الْجَنَّةَ
“Sungguh sangat hina dan rendah (celaka) seseorang yang jika disebut namaku, dia tidak bershalawat atasku. Sungguh sangat hina dan rendah (celaka) seseorang yang datang kepadanya Ramadhan kemudian bulan tersebut berlalu sebelum dia diampuni. Sungguh sangat hina dan rendah (celaka) seseorang yang mendapati kedua orangtuanya lalu keduanya tidak memasukkannya ke dalam surga.” (HR. Tirmidzi)

Maksud dari “رغم أنف” (sungguh sangat hina dan rendah), ini adalah sebuah ungkapan yang menunjukkan kepada kiasan tentang puncaknya kehinaan dan kerendahan seseorang karena dia tidak menggunakan kesempatan sebaik-baiknya. Orang ini termasuk orang yang celaka. Lebih lengkap lihat kitab Mir’at Al Mafatih Syarh Misykat Al Mashabih, karya Ubaidullah Al Mubarakfury.


1. Disebut Nama Nabi, Tetapi Tidak Bershalawat
Orang yang tidak bershalawat atas Nabi ketika disebut namanya, tergolong orang yang hina dan celaka. Bakhil, padahal dirinya diberi hidayah oleh Allah melalaui perantara lisan Rasulullah. Selain itu, keutamaan bershalwat pada Nabi luar sangat biasa. Dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَن صلَّى عليَّ صلاةً واحدةً ، صَلى اللهُ عليه عَشْرَ صَلَوَاتٍ، وحُطَّتْ عنه عَشْرُ خَطياتٍ ، ورُفِعَتْ له عَشْرُ دَرَجَاتٍ
“Barangsiapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat baginya sepuluh kali, dan digugurkan sepuluh kesalahan (dosa)nya, serta ditinggikan baginya sepuluh derajat/tingkatan (di surga kelak)” (HR. an-Nasai, Ahmad, Ibnu Hibban, al-Hakim)

Dosa diampuni, derajat lebih tinggi sepuluh kali lipat. Masyaallahu tabarakallah… Siapa yang tidak mau?

Perintah bershalawat pada Nabi terdapat dalam Surat al-Ahzab ayat 56 berikut:

إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

Imam ath-Thabari menafsirkan ayat tersebut:

إن معنى ذلك: أن الله يرحم النبي، وتدعو له ملائكته ويستغفرون، وذلك أن الصلاة في كلام العرب من غير الله إنما هو دعاء
“Sesungguhnya makna hal itu (shalawat) bahwasannya Allah merahmati Nabi, malaikat berdoa untuk Beliau kepada Allah dan memohonkan ampunan. Hal ini karena dalam kalam orang Arab, shalawat berarti doa.”



2. Datang Ramadhan Tetapi Tidak Diampuni Dosa
Ramadhan itu momentum pengampunan dosa. Namun, ternyata ada orang menyia-nyiakannya. Ia tidak peduli dengan hal itu. Yang ia pedulikan adalah urusan syahwatnya (perut, dll). Ia tidak punyantarget amal, apalagi target hasil. Kehidupannya di bulan Ramadhan tidak ada bedanya dengan bulan-bulan biasa, bahkan bisa jadi lebih buruk. Makanya, Allah tidak memberikan ampunan, padahal momentumnya sangat terbuka lebar.

Ampunan Allah adalah kebutuhan pokok bagi kita. Ampunan Allah adalah penyebab surga. Kita bisa masuk surga karena Allah mengampuni dosa-dosa kita. Sedikit saja dosa tidak Allah ampuni, akibatnya akan dapat dilihat (bisa crosscheck Surat al-Zalzalah [99]: 8). Oleh karena itu, Ramadhan jangan disia-siakan. Jangan biarkan Ramadhan berlalu, sementara dosa kita tidak mendapat pengampunan, bahkan malah lebih banyak. Na’udzubillahi min dzalik.

3. Mendapati Orang Tuanya Sudah Tua, Tetapi Keduanya Tidak Menjadi Peluang Surga
Dala sebuah hadits dijelaskan bawa orang tua itu “pintu surga” yang paling tengah. Jika Anda berdiri, di depan Anda ada delapan pintu berjajar ke samping, yang paling dekat dengan Anda pintu yang mana? Pasti yang berada di depan mata kan? Nah, ketika kita dihadapkan pada banyak pintu surga, berjajar ke samping, kata Nabi, pintu surga yang paling tengah (paling dekat dengan kita) adalah pintu surga melalui birrul walidain.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ﺍﻟْﻮَﺍﻟِﺪُ ﺃَﻭْﺳَﻂُ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻓَﺈِﻥْ ﺷِﺌْﺖَ ﻓَﺄَﺿِﻊْ ﺫَﻟِﻚَ ﺍﻟْﺒَﺎﺏَ ﺃَﻭِ ﺍﺣْﻔَﻈْﻪُ
Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu, atau kalian bisa menjaganya. (HR. Ahmad)

Jelas kan? Nah, orang yang sangat hina, rendah dan celaka adalah ia yang tidak dapat masuk surga melalui pintu orang tua, terutama ketika orang tuanya sudah di usia senja.

Demikian tulisan ringan di hari ke-11 di bulan Ramadhan 1441 H ini. Semoga bermanfaat. Dan, semoga kita bisa menghidari bentuk-bentuk kehinaan dan kecelakaan berdasarkan hadits yang dinukil dan dijelaskan ringkas.

Allahul musta’an, wallahu a’lam




Senin, 11 Ramadhan 1441 H/4 Mei 2020 M

Video Kajiannya bisa dilihat di sini: AbienaYuri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Empat Tanda Memeroleh Kebaikan Dunia dan Akhirat

Berhutang Allah Lunaskan, Menagih Hutang Allah Rahmati

Rezeki Allah Antarkan

Motivasi Hidup dan Psikologi Hutang

Puncak Tawadhu: Meletakkan Diri Di Bawah Orang Yang Lebih Rendah Dalam Kenikmatan