Postingan

Tiga Prinsip Mengelola Dana Keluarga

Gambar
  Misalnya uang sudah didapat dari hasil usaha. Selanjutnya adalah menggunakannya untuk kebutuhan hidup. Nah, dalam pemenuhan kebutuhan ini pastikan tiga prinsip ini dipenuhi:   1. Tunaikan "Hak" Allah Poin pertama yang harus dijadikan prioritas adalah memenuhi "hak" Allah: INFAK. Tetapkan, berapa prosentase infak yang akan dikeluarkan dari uang kita. Musyawarahkan dengan istri/suami, bahkan libatkan anak kita dalam proses musyawarah sebagai proses pembelajaran. Kenapa infak harus jadi prioritas pertama? Anda sudah memahaminya bahwa infak itu teramat sangat banyak keutamaannya. Bahkan, satu diantara terkait dengan "resiprokalitas" bahwa apa yang diinfakkan akan Allah ganti (QS. Saba [34]: 39). Kapan Allah menggantinya? Dalam ayatnya tidak disebutkan kapan dan dengan apanya diganti. Ini artinya bersifat umum: diganti di dunia, diganti di akhirat.   2. Segerakan Hak Orang Menurut Anda, hak orang yang ada di kita apa? Mungkin jawabannya sama...

Siapa Bilang Perjuangan itu Tak Kenal Lelah?

Gambar
  Jika ada ungkapan bahwa perjuangan itu tak kenal lelah, menurut saya tidak benar. Yang berjuang itu kita, kita ini manusia, dan manusia itu memilik keterbatasan, termasuk keterbatasan fisik. Mesin atau robot sekalipun yang tidak pernah punya rasa, ia akan turun mesin pada saatnya.   Secara fitrah manusia itu diciptakan dalam keadaan lemah. Coba kita perhatikan ayat berikut:   يُرِيدُ اللهُ أَنْ يُخَفِّفَ عَنْكُمْ ۚ وَخُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيفًا “Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.” (QS. an-Nisa [4]: 28).   Nah, ketika manusia dituntun untuk berjuang dalam setiap hajat hidupnya, baik hajat pribadi maupun hajat bersama (keumatan), manusia tetap berada pada fitrahnya: lemah. Kemudian fitrah lemah ini berhasil dikondisikan menjadi kekuatan penggerak karena adanya visi atau tujuan atau impian hidupnya.   Dalam proses usaha untuk mewujudkan visi tersebut, tentunya melibatkan unsur fisik atau jasmani. ...

Mebuat Sejuta Alasan Atau Sejuta Dolar?

Gambar
  Make million exuces or million dollars? Membuat sejuta alasan atau sejuta dolar?   Selalu banyak alasan sehinggga tidak mengoptimalkan potensi yang ada bisa (akan) menghambat terwujudnya cita-cita, harapan, impian. Ust. Evie bilangnya, "Atuh da.... Atuh da....!"   Syukuri yang ada hari ini. Sesuai perkataan Imam Sahl bin Abdullah bahwa syukur itu adalah bersungguh-sungguh dalam ketaatan kepada Allah SWT, maka cara kita bersyukur adalah yang hari ini kita miliki, optimalkan dengan sebaik mungkin. Jangan lagi terlalu banyak alasan. Alasan akan mengahalangi kita untuk segera bergerak mencicil perwujudan masa depan.   Rekan-rekan, menghadapi omnibus law yang menurut pendapat kebanyakan proyeksinya merugikan masyarakat terutama kaum tenaga kerja, apa yang bisa kita lakukan hari ini?   Selain kawan-kawan yang lain terus mengawal omnibus law dengan kapasitasnya masing-masing, salah satu yang bisa kita lakukan hari ini adalah secuil upaya untuk saling ...

Ucapan Yang Baik Lebih Baik Daripada Sedekah Dengan Menyakiti

Gambar
  Salah satu ajaran Islam yang butuh mental yang kuat adalah infak atau sedekah. Berbeda dengan zakat, karena ia hukumnya wajib, orang yang kena wajib zakat akan berzakat sebagaimana ia membayar pajak sebagai wajib pajak.   Secara humanity , sedekah itu baik. Sangat baik! Namun, ada yang lebih baik, yaitu ucapan yang baik (ma'ruf). Ini lebih baik daripada sedekah yang disertai menyakiti. Artinya, kalau mau sedekah tidak usahlah mengikutsertakan ucapan yang membuat si penerima atau fasilitator tersakiti. Jangan terpaksa bersedekah. Sayang, sedekah kita takut hangus. Dalam pengertian lain, ikhlaskan hati kita ketika berinfak atau bersedekah.   Allah SWT berfirman: قَوْلٌ مَّعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِّن صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَا أَذًى ۗ وَاللهُ غَنِيٌّ حَلِيمٌ “Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.” (QS. al-Baqarah [2]: 263) . ...

Jamiyyah Itu Tidak Penting! Jika Sanggup Hidup Sendiri

Gambar
  Teringat dengan ungkapan yang disampaikan oleh al-Ustadz Shidiq Amien ( Allahu yarhamhu ), Ketua Umum PP Persis 1997-2010, saat menyampaikan Stadium General di GSG Amienulloh PPI 67 Benda Kota Tasikmalaya tentang analogi berjamiyyah. Beliau menyampaikan dalam bahasa Arab: الْعُصْفُوْرُ تَقَعُ عَلَى عَسْكَارِهَا “ Burung pipit itu bergaul bersama dengan askarnya (temannya).”   Secara fakta, kebanyakan hewan memang bergaul dengan hewan sejenis dan mereka hidup bermasyarakat, “berjamiyyah”. Jika ada satu hewan bergaul dengan hewan lain yang berbeda, disinyalir diantara keduanya ada kepentingan: mengambil keuntungan atau kompetisi rimba. Semacam ada kepentingan pragmatis. Misalnya, burung jalak suka bergaul dengan kerbau. Dekatnya dia dengan kerbau karena ada kepentingan pragmatis yaitu sedang mencari makan karena memang kutu kerbau adalah kepentingan untuk isi perutnya.   Misalnya pula semut dan kutu buah. Kutu buah atau kutu daun adalah hewan yang merugikan ba...

Tidak Boleh Iri Kecuali Pada Dua Orang - Diari Ilmu #20

Gambar
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: لاَ حَسَدَ إِلاَّ فِى اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالاً فَسُلِّطَ عَلَى هَلَكَتِهِ فِى الْحَقِّ ، وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْحِكْمَةَ ، فَهْوَ يَقْضِى بِهَا وَيُعَلِّمُهَا “Tidak boleh iri kecuali pada dua orang, yaitu orang yang Allah anugerahkan padanya harta lalu ia infakkan pada jalan kebaikan dan orang yang Allah beri karunia ilmu (agama), ia mengamalkan dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Semua iri dilarang kecuali pada dua orang. Berdasarkan hadits tersebut yakni iri kepada orang yang banyak harta kemudian dia berinfak dengan hartanya dan iri kepada orang yang paham ilmu agama kemudian dia mengamalkan dan mengajarkannya kepada orang lain. Allahul musta’an, wallahu a’lam Ahad, 24 Ramadhan 1441 H / 17 Mei 2020 M Abiena Yuri (FB) Abiena Yuri (IG)       Video Kajiannya bisa dilihat di sini:  AbienaYuri

Empat Alasan Orang Memilih Dermawan - Diari Ilmu #19

Gambar
Dalam hadits yang diterima dari Ibnu Abbas dijelaskan: كَانَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - أَجْوَدَ النَّاسِ بِالْخَيْرِ ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وَكَانَ جِبْرِيلُ - عَلَيْهِ السَّلاَمُ - يَلْقَاهُ كُلَّ لَيْلَةٍ فِى رَمَضَانَ حَتَّى يَنْسَلِخَ، يَعْرِضُ عَلَيْهِ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - الْقُرْآنَ ، فَإِذَا لَقِيَهُ جِبْرِيلُ - عَلَيْهِ السَّلاَمُ - كَانَ أَجْوَدَ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ “Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling dermawan dalam kebaikan, dan beliau lebih dermawan ketika pada bulan Ramadhan ketika Jibril ‘alaihissalam menemuinya, dan Jibril ‘alaihissalam menemui beliau setiap malam di bulan Ramadhan sampai berakhir (bulan). Ia menyampaikan al-Quran kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam , maka jika Jibril ‘alaihissalam menemui Beliau, Beliau adalah seorang yang lebih dermawan dalam kebaikan daripada angin yang mengalir.” (HR. Bukhari dan Muslim) Ada dua...