Postingan

Diari Ilmu #1 - Pahala Tetap Didapat Seperti Biasa, Meski Tidak Beramal Sebagaimana Biasa

Gambar
Jika saat ini, ibadah Ramadhan kita terhalang oleh wabah virus covid-19, yang biasanya kuliah shubuh sekarang tidak, yang biasanya tarawih di masjid sekarang tarawihnya di rumah bersama keluarga, dan ibadah Ramadhan lainnya; jangan khawatir pahal akan tetap didapat sebagaimana biasa kita melaksanakannya. Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa ketika kita sudah mendawamkan sebuah amal, kemudian kita terhalang untuk melakukannya sebagaimana biasa, pahala insyaallah akan didapat sebagaimana biasa kita melaksanakan amal tersebut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ ، كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا “Jika seorang hamba sakit atau melakukan safar (perjalanan jauh), maka dicatat baginya pahala sebagaimana dia mengamalkan ketika muqim (berada di daerah tempat tinggal) dan ketika sehat.” (HR. Bukhari). Hadits tersebut posisinya diletakkan oleh Imam Bukhari dalam sebuah bab yang diberi judul: ...

Sudah Ikhtiar Masih Kena Musibah(?)

Gambar
Si A dan Si B. Dua-duanya kena musibah. Si A terkena musibah padahal sudah sangat maksimal ikhtiarnya. Segala arahan dan petunjuk dari ahli dan ulama (ikhtiar langit dan bumi) diupayakannya. Sementara si B terkena musibah. Arahan dan petunjuk "langit" dan "bumi" tidak diindahkannya. Ia optimis tapi banyak yang tidak sesuai protokol. Ia tawakal tapi tidak menempuh sebab. Ia yakin tapi tidak memenuhi sunnatullah. Siapa yang pahalanya paling banyak dan baik? Jawaban pertama, dia yang ikhlas niatnya karena Allah. Ikhlas adalah separuh syarat diterianya amal. Separuhnya lagi adalah shawwab (sesuai dengan prosedur ibadah yang diajarkan Rasulullah). Seorang mujahid berperang kemudian mati, wajahnya malah diseret ke dalam api neraka. Ternyata, alasannya adalah niat saat berjuang bukan karena Allah tetapi karena mengharapkan sanjungan agar disebut sebagai “jariy” (pahlawan). Hadits tentang kisah tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim. Shahih. Kedua, ia ya...

Alhamdulillah, Resolusiku Terwujud Lagi!

Gambar
Saya merasa waktu melaju begitu cepat. Dari menit ke menit, jam ke jam, hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan dan dari tahun ke tahun; tak terasa berlalu teramat cepat tiba-tiba kita sudah berada di hari ini, hari yang dulu kita rancang, kita cita-citakan. Tiba-tiba di pagi ini, istri saya menyodorkan secarik kertas. Bukan invoice, bukan curhatan, bukan catatan belanja gamis dan make up, hehe… Ternyata isinya flashback perjalanan resolusi semenjak 2013, tahun kami merintis usaha dari minus. Bukan dari nol. Masyaallah, ada keharuan. Ternyata selama enam tahun ada banyak warna perjalanan. Salah satunya yang direview istri saya. Ada banyak resolusi yang tepat seiring waktu yang cepat. Meski ada beberapa yang belum tercapai tetapi prosentasenya sedikit dibanding yang tercapai. Maksud kami bukan apa-apa. Kami hanya ingin menegaskan dan meyakinkan kembali pada diri kami sendiri bahwa apa yang terjadi hari ini tentunya qudrah Allah melalui proses pemikiran (dream,...

Menyampaikan Kebaikan, Melakukan Keburukan

Gambar
Dawah Tugas Mulia Dakwah itu tugas mulia. Dengannya manusia bisa terarahkan ke jalan yang benar menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat. Jika dakwah tidak dilakukan, manusia bisa tersesat hidupnya. Sesat dalam hal duniawi, sesat pula dalam perjalannya menuju akhirat (surga). Karena, dakwah adalah mengajak manusia agar senantiasa berada dalam kebaikan. Salah satu bentuk dakwah yang lazim dan memang menjadi kewajiban adalah dakwah dengan lisan. Menyampaikan risalah Allah dan Rasul-Nya. Menyampaikan kebenaran meskipun hanya 1 ayat. Perintahnya sangat jelas. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: بَلِّغُوْا عَنِّى وَلَوْ آيَةً “Sampaikanlah dariku meskipun hanya satu ayat.” (HR. Bukhari) Tantangan Dakwah Namun, karena dakwah adalah bagian dari perjuangan sedangkan perjuangan selalu berhadapan dengan tantangan, maka dakwah pun selalu ada tantangan. Banyak sekali tantangan dakwah dengan lisan ini. Salah satu tantangan terberat bagi seseorang yang memilih...

Tetap Optimis, Kebangkitan Itu Pasti Terjadi!

Gambar
Salah satu pilar pembangun dan pembangkit ekonomi umat adalah ukhuwah iqtishadiyah . Selama ukhuwah tetap terjaga dan optimisme terpelihara, tidak ada yang mustahil. Mulai dari hal kecil, mulai dari sektor riil (real sector). Bergerak itu karena masih ada asa, masih ada harapan, masih optimis menyongsong masa depan. Lihat emak-emak (makna asli emak, sudah sepuh) jualan suuk (kacang tanah), ubi, talas, kukus pisang; saya jadi terharu dan lebih optimis bahwa harapan itu masih ada. Saya yakin! Jika harapan dan optimisme sudah hilang, karena peluang sepertinya tidak ada, kemudian berubah menjadi mental block, saya kira tidak akan ada pergerakan (harakah). Ketika tidak ada pergerakan, ya tidak akan ada langkah. Ketika tidak melangkah, ya tidak akan sampai pada garis finish. Maka, rumusannya sederhana, seberat apapun tantangan di depan mata, sekuat apapun benteng penghalang perjuangan membangun dan membangkitkan ekonomi umat, asalkan keyakinan tetap terjaga, harapan dan optimi...

Jika Belum Bisa Berhenti Merokok, Perhatikan 6 Hal Ini!

Gambar
Sebenarnya ini masalah klasik. Namun, masih menjadi bahan pembicaraan yang hangat bahkan aptudet . Ini masalah tentang rokok dan merokok. Saya angkat masalah ini karena fakta di masyarakat banyak bahkan kebanyakan perokok. Apa yang saya soroti tentang rokok dan merokok ini? Pendekatan Hukum Secara hukum, saya tidak mengambil yang mengharamkan karena terkait keputusan hukum yang dikeluarkan oleh Jamiyah tempat atau wadah saya berjuang. Keputusan yang ditetapkan adalah merokok itu makruh. Saya kira tidak salah jika saya menyinggung sedikit saja bab ini tapi bukan dalam rangka memahami proses hukum itu ditetapkan. Saya hanya mengajak untuk menafakuri follow up dan konsekuensi dari hukum yang diambil. Saya komentari hukum-hukum yang muncul. Pertama , tidak sedikit yang mengharamkan rokok dan merokok. Seperti halnya fatwa MUI tahun 2009 bahwa merokok itu haram terutama dilakukan di tempat umum, oleh anak atau wanita. Selain MUI, Muhammadiyah juga memfatwakan bahwa merok...

Ilmu Penyebab Sombong (?)

Gambar
Hati-hati Qalilul Adab Salah satu hal yang lagi viral di dunia maya saat ini adalah penusukan oleh seseorang tak dikenal terhadap Pak Wiranto dan dialog di salah satu televisi antara seorang politisi muda dan profesor senior yang kabarnya si politisi sekaligus anggota DPR RI ini membentak seorang profesor sepuh tanpa adab. Yang menarik untuk saya respon bukan hal pertama. Antara fakta atau fiktif, keduanya diperdebatkan terutaa oleh netizen. Dan, belakangan banyak yang membongkar video saat penusukan hingga pada proses kurasi terhadap Pak Menteri. Apakah akting atau memang benar terjadi hingga pengamanan ring satu berhasil dijebol oleh si penusuk, saya tidak mau berkomentar akan hal itu. Kita serahkan pada pihak berwajib dan tentunya kita punya Allah. Biar Allah yang menampilkan faktanya seperti apa. Saya hanya tertarik dengan hal yang fakta saja yakni terkait pembentakan si politisi muda terhadap salah satu profesor sepuh di salah satu statsiun televisi. Entah Anda ...